Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dinamika Tentang “Islam versus Pancasila”

Afid Arifin - Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya menganut agama Islam. Yakni, agama yang berkeyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Di sisi lain, Indonesia juga memiliki yang namanya Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia yang dijadikan pandangan hidup dan filsafat bangsa.

Antara Islam dan Pancasila, masing-masing memiliki nilai-nilai tersendiri. Dalam Islam nilai yang paling menonjol adalah nilai religious, karena Islam sendiri merupakan agama yang bersumber dari Allah swt.

Sedangkan dalam Pancasila nilai yang paling menonjol sebagaimana yang ada pada kelima silanya, yakni ; ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Nilai-nilai yang ada pada Pancasila tersebut memiliki keselarasan dengan ajaran agama Islam, yang banyak terdapat dalam al-Qur’an. Akan tetapi, masih ada juga ormas-ormas Islam di Indonesia yang menginginkan mendirikan negara Islam kerena faktor-faktor tertentu.

Dinamika “Islam versus Pancasila”

Hal ini menunjukan perlu adanya kesadaran sejati yang harus dimiliki bangsa Indonesia dengan melihat realitas historis, budaya, dan tradisi bangsa serta subtansitas terhadap agama yang telah diyakini kebenarannya.

Mendasarkan pada konsep Pancasila, negara berkepentingan menjadikan rakyatnya beragama. Itulah sebabnya sekalipun negara ini bukan berdasarkan agama, tetapi menghendaki agar rakyatnya menjalankan agamanya masing-masing.

Kualitas kebangsaan ini akan diukur di antaranya dari seberapa tinggi kualitas keberagamaannya. Sebagai bangsa yang menyatakan diri menganut Pancasila, maka seharusnya selalu berusaha menjalankan agama sebaik-baiknya.

Islam dan Pancasila

Secara umum, Islam adalah agama samawi yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad yang merupakan Rasul utusan-Nya dan Allah menjadikan Islam sebagai agama yang Rahmatal lil’aalamiiin (rahmat bagi seluruh alam). 

Sedangkan Pancasila adalah dasar ideologi-ideologi negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti prinsip atau asas. Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila dalam Al Qur'an

Bagi kita sebagai orang Islam, jiwa yang terkandung di dalam Lima Sila PANCASILA bukanlah sesuatu yang asing lagi, bukan pula sesuatu yang merugikan apalagi hendak menghapuskan, karena apa yang telah disuarakan Lima Sila PANCASILA  merupakan bagian dari nilai-nilai Universal Islam.

  1. Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Sila ini terdapat di dalam ayat pertama surah Al Ikhlas yang berarti “Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”.
  2. Sila Kedua, Kemanusian yang Adil dan Beradab, Sila ini terdapat di dalam ayat 135 surah An Nisa yang berarti “Wahai orang-orang yang beriman. Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.”.
  3. Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, Sila ini terdapat di dalam ayat 13 surah Al Hujurat yang berarti “Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”.
  4. Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, Sila ini terdapat di dalam ayat 38 surah Asy Syura yang berarti “Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-Nya, dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rejeki, yang Kami berikan kepada mereka.”.
  5. Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, Sila ini terdapat di dalam ayat 90 suarh An Nahl yang berarti “Sesungguhnya Allah menyuruh (manusia) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi (sedekah) kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu (manusia), agar kamu dapat mengambil pelajaran.”.

Dinamika “Islam versus Pancasila” telah mempengaruhi sebagian besar perdebatan dan wacana pemikiran politik Indonesia Dalam catatan sejarah, tuntutan-tuntutan Islam politik atas negara sangat tampak dalam pemberontakkan mulai dari Darul Islam melawan Pemerintahan Pusat antara tahun 1948-1962, kasus kudeta DI/TII yang ingin memisahkan diri dari Indonesia dan mendirikan sebuah negara Islam. Atau kasus tentang pemberontakan tentara GAM.

Kejadian-kejadian itu bersumber pada perbedaan dan ketidakcocokan ideologi Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia dengan ideologi yang mereka anut. Dengan kata lain mereka yang melakukan kudeta atas dasar keyakinan akan prinsip yang mereka anut adalah yang paling baik, khususnya bagi orang-orang yang berlatar belakang prinsip agama.

Kesimpulan

Islam adalah Al Qur’an dan Pancasila adalah UUD 45. Kedua ideologi ini adalah dasar hidup yang berbeda asal-usul dan tujuannya. Apa tujuan Allah menciptakan manusia tentunya sudah sangat diketahui oleh kita semua.

Sedangkan Pancasila tentunya juga sudah menjadi pengetahuan publik Indonesia khususnya, yaitu untuk mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia.

Macam-macam budaya, ras dan agama dari Sabang sampai Merauke haruslah disatukan dalam sebuah ikatan agar Indonesia tidak terpecah belah.

Jadi Pancasila adalah ideologi yang sangat baik untuk diterapkan di negara Indonesia yang terdiri dari berbagai macam agama, suku, ras dan bahasa.

Sehingga jika ideologi Pancasila diganti oleh ideologi yang berlatar belakang agama, akan terjadi ketidaknyamanan bagi rakyat yang memeluk agama di luar agama yang dijadikan ideologi negara tersebut.

Dengan mempertahankan ideologi Pancasila sebagai dasar negara, jika melaksanakannya dengan baik, maka perwujudan untuk menuju negara yang aman dan sejahtera pasti akan terwujud.

Afid Arifin
Afid Arifin My name is Afid Arifin. I am a junior coder in the Upil Banteng web developer of my organization. This account does not represent the official point of view of an ex who has said "You're is Very Good For Me...".

Posting Komentar untuk "Dinamika Tentang “Islam versus Pancasila”"