Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kesempatan Investasi 2022-Hasilkan Uang di Tahun Baru


Ada beberapa kesempatan baru untuk kita pada tahun baru ini. Satu diantaranya ialah kesempatan investasi.

Ellen May, seorang riset dan pendiri Mtrade, yakin jika perbaikan perekonomian dari imbas wabah COVID-19 semakin lebih kronis dibanding tahun depannya. Menyaksikan keadaan itu, katanya, ada banyak produk investasi yang dapat ceria pada 2022.

"Tahun 2022 ialah tahun di mana peraturan pajak dan moneter sudah normal bersamaan perbaikan perekonomian dari wabah COVID-19," kata Ellen ke IDN Times, Kamis (30 Desember 2021).

Maka produk investasi apa yang dapat Anda tentukan untuk tahun 2022?

1. Stock

Ekuitas menjadi opsi untuk melakukan investasi tahun depannya. Menurut Ellen, ekuitas mempunyai kesempatan pada 2022 karena pembaruan ekonomi yang semakin besar diharap.

"Kami menyaksikan kesempatan produk investasi ekuitas pada 2022. Ekuitas akan mendapatkan faedah dari pembaruan ekonomi dan rekondisi penghasilan yang lebih bagus, yang hendak jadi katalis khusus untuk IHSG (Index Saham Kombinasi) tahun depannya. Saya akan menerimanya."


2. Obligasi Indonesia

Bank Sentra Amerika Serikat (AS) atau Federasi Reserve Board (FRB) mulai kurangi stimulan moneter untuk mengembalikan ekonomi negara. Wahu Tribowo Laxono, Riset Central Capital Futures, menjelaskan pengetatan moneter malah akan kurangi keuntunganabilitas obligasi dan obligasi.

Dia memperjelas The Fed barusan kurangi suntikan likuiditas atau tapering, alias belum meningkatkan suku bunga referensi. Meskipun begitu, peraturan The Fed akan memberi sentimen negatif pada obligasi.

"Oleh karenanya, likuiditas dapat mengucur ke dolar AS dan memunculkan sentimen negatif pada obligasi temporer. Walau sebenarnya dana itu sebagai sumber pembelian obligasi, tetapi dana itu diambil," kata Wahu ke IDN Times.

Tetapi, menurut Wahyu, obligasi Indonesia cukuplah aman sebagai opsi investasi untuk 2022. Masalahnya ekonomi Indonesia bisa dibuktikan sanggup bertahan di dalam tengah wabah. hasil.

"Jika masalah obligasi Indonesia, saya anggap benar-benar aman karena esensialnya sangat bagus. Komoditasnya menyokong ekonomi kita. Justru berkaitan wabah, kita bertahan dan lebih. Dapat disebutkan terbuka." Wahyo disebutkan.

Seirama dengan Wahyu, financial planner untuk Advisors Alliance Grup Indonesia, Andy Nugroho menjelaskan obligasi Indonesia, terutamanya Surat Bernilai Negara (SBN), menjadi opsi investasi yang prospektif untuk tahun 2022.

Disamping itu, Bank Indonesia (BI) sudah mengatakan akan menjaga suku bunga referensi atau BI-7 day reverse repo rate (BI7DRR) rendah tahun depannya. BI7DRR sekarang ini ada di tingkat 3,5 %.

Disamping itu, bila dibanding dengan deposito. SBN cetak hasil lebih tinggi. Deposito berjangka, di lain sisi, dipandang "slumping" karena suku bunga referensi masih rendah.


3. Keyakinan investasi

Reksa dana, terutamanya reksa dana saham dan reksa dana pasar kombinasi, berkesempatan pada 2022, kata Andy. Karena, investasi akan diteruskan ke pasar saham, di mana kesempatan ceria diharap tahun depannya.

"Menyaksikan makin terkendalinya pengatasan COVID-19 di Indonesia, industri mulai akan sembuh dan pasar saham akan lebih baik. Dengan membaiknya pasar saham, reksa dana terutamanya pasar saham akan lebih baik. Dan reksa dana kombinasi, performa mereka akan lebih bagus. Tahun 2022," katanya.