3 Jenis SSL (Secure Socket Layer) Berdasarkan Level Validasi

3 Jenis SSL (Secure Socket Layer) – Dalam mengelola sebuah website, keamanan data bukan lagi menjadi pilihan tetapi merupakan sebuah kewajiban mutlak yang harus dijaga. Salah satu fondasi utama dalam perlindungan data adalah penggunaan SSL (Secure Socket Layer), yaitu protokol keamanan yang memastikan pertukaran informasi antara server dan pengguna tetap terenkripsi.

Setiap jenis SSL memiliki beberapa tingkatan validasi yang menentukan kredibilitas dan tingkat keamanannya. Setiap level validasi memiliki tujuan yang berbeda mulai dari kebutuhan personal, blog pribadi, hingga perusahaan besar yang memerlukan bukti legalitas dan verifikasi mendalam. Lalu apa saja jenis SSL berdasarkan level validasi? Mari kita bahas!

Apa Itu SSL?

Secure Socket Layer atau biasa dikenal dengan istilah SSL adalah sebuah teknologi yang bertujuan untuk mengenkripsi pertukaran informasi antara server dan client sehingga pertukaran informasi menjadi jauh lebih aman, terutama bagi yang memilki pertukaran informasi data yang bersifat sensitif.

3 Jenis SSL (Secure Socket Layer) Berdasarkan Level Validasi
Ilustrasi SSL (Secure Socket Layer)

Browser modern saat ini sudah dapat mendeteksi secara otomatis website mana yang menggunakan SSL atau tidak. Jika website yang dibuka pengguna tidak mendukung SSL, maka browser akan menampilkan peringatan berupa “Not Secure” dan apabila menggunakan SSL, browser umumnya akan menampilkan ikon gembok di address bar seperti ketika Anda mengakses blog ini.

3 Jenis SSL (Secure Socket Layer)

Setelah Anda mengetahui sekilas mengenai SSL, selanjutnya mari kita bahas mengenai 3 jenis SSL (Secure Socket Layer) berdasarkan tingkat atau level validasinya.

1. Domain Validation (DV SSL)

Domain Validation adalah SSL dengan level validasi yang paling dasar. Proses verifikasinya hanya memastikan bahwa pemohon memiliki kontrol atas domain tersebut, biasanya melalui email verifikasi, file upload, atau DNS record. DV SSL cocok untuk blog pribadi, halaman portfolio, landing page sederhana, atau situs non-komersial yang tidak mengelola data sensitif.

Karena proses validasinya hanya memverifikasi kepemilikan domain, tingkat kepercayaannya pun lebih rendah. Browser tetap menampilkan gembok aman, tetapi tidak ada informasi organisasi di dalam sertifikat. Jenis SSL ini tidak cocok digunakan untuk website yang menerima transaksi atau data penting, sehingga DV SSL kurang direkomendasikan.

2. Organization Validation (OV SSL)

Organization Validation adalah SSL dengan level validasi menengah yang tidak hanya memverifikasi domain, tetapi juga identitas organisasi atau bisnis di baliknya. Pihak penerbit SSL (CA atau Certificate Authority) akan melakukan pengecekan nama perusahaan, alamat, dan keberadaan legalnya. Proses ini membuat OV SSL menjadi pilihan ideal untuk website bisnis yang memerlukan legitimasi lebih kuat seperti perusahaan jasa, instansi pemerintah, hingga organisasi non-profit.

Dengan menggunakan OV SSL, informasi organisasi akan muncul pada detail sertifikat, memberikan sinyal kepada pengguna bahwa website tersebut benar-benar dikelola oleh entitas resmi. Walaupun tidak menampilkan nama perusahaan secara langsung di address bar seperti EV SSL, OV menawarkan tingkat kepercayaan lebih tinggi dibanding DV dan lebih pantas untuk aktivitas bisnis.

3. Extended Validation (EV SSL)

Extended Validation adalah SSL dengan level validasi tertinggi dan paling ketat. CA akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap legalitas perusahaan, keberadaan fisik, dokumen legal, hingga proses verifikasi manual melalui telepon. Karena prosesnya lebih panjang, penerbitan EV SSL dapat memakan waktu beberapa hari.

EV SSL menghadirkan tingkat kredibilitas tertinggi bagi pengguna sehingga sering digunakan oleh bank, perusahaan besar, e-commerce skala besar, layanan fintech, hingga website yang menangani informasi finansial sensitif. Dulu, browser menampilkan nama perusahaan di address bar berwarna hijau, meskipun kini sebagian browser sudah tidak menampilkan indikasi tersebut secara mencolok.

Penutup

Penggunaan SSL untuk keamanan data itu penting, tapi jauh lebih penting untuk memilih jenis SSL yang akan digunakan. Mengapa? Karena setiap level memiliki harga dan tingkat keamanannya masing-masing. DV SSL memiliki harga yang lebih murah dibandingkan OV SSL dan EV SSL.

Untuk blog pribadi atau website non-transaksional, DV SSL sudah cukup. Namun untuk bisnis, minimal gunakan OV SSL agar pengguna merasa lebih aman. Dan untuk sektor finansial atau industri berisiko tinggi, EV SSL adalah pilihan terbaik.

Demikian artikel pada kesempatan kali ini mengenai 3 jenis SSL (Secure Socket Layer) berdasarkan level validasi. Sekian dan semoga dapat bermanfaat.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *