5 Perbedaan SSL Gratis dan Berbayar yang Wajib Diketahui

5 Perbedaan SSL Gratis dan Berbayar – Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website, lalu muncul peringatan “Not Secure” pada address bar browser? Atau sebaliknya, Anda melihat ikon gembok yang menandakan bahwa website tersebut aman? Hal ini berkaitan dengan penggunaan SSL. Namun, tahukah Anda bahwa SSL tersedia dalam dua jenis yaitu SSL gratis dan berbayar?

Banyak pemilik website mungkin sedikit bingung saat harus memilih antara SSL gratis atau berbayar. Apakah SSL gratis cukup untuk keamanan website? Atau justru SSL berbayar lebih dibutuhkan? Untuk memahami lebih dalam, mari kita bahas apa itu SSL dan perbedaannya secara detail.

Apa Itu SSL?

Sebelum membahas perbedaan SSL gratis dan berbayar lebih lanjut, mari kita pahami dulu Apa yang dimaksud dengan SSL. SSL adalah singkatan dari Secure Sockets Layer, yaitu protokol keamanan yang mengenkripsi data yang dikirim antara server dan browser pengguna.

SSL berfungsi untuk menjaga keamanan data pengguna saat berinteraksi dengan website. Terutama pada transaksi keuangan, login akun, atau pengisian formulir penting. Dengan adanya SSL, risiko pencurian data dapat dikurangi, sehingga website lebih aman dan dipercaya oleh pengunjung maupun mesin pencari.

Perbedaan SSL Gratis dan Berbayar

Banyak orang yang bertanya tentang apa fungsi SSL? dan apakah SSL gratis cukup untuk website mereka. Agar tidak salah memilih, berikut adalah 5 perbedaan SSL gratis dan berbayar yang wajib diketahui.

1. Jenis Sertifikat (SSL)

SSL gratis umumnya hanya menyediakan Domain Validation (DV), yaitu proses verifikasi kepemilikan domain tanpa perlu pemeriksaan bisnis terlebih dahulu. Sehingga, SSL jenis ini cocok digunakan untuk blog pribadi atau website kecil yang tidak menangani transaksi penting.

Sementara itu, SSL berbayar menawarkan beragam jenis sertifikat seperti Organization Validation (OV) dan Extended Validation (EV). Dimana, SSL jenis ini memberikan tingkat validasi lebih tinggi. Website bisnis atau e-commerce sangat disarankan untuk menggunakan SSL berbayar untuk meningkatkan kredibilitas.

2. Verifikasi Website

SSL gratis hanya memverifikasi kepemilikan domain dengan cara yang sangat sederhana seperti mengunggah file verifikasi atau melalui DNS. Proses ini cepat, namun kurang mendalam dalam memverifikasi keabsahan pemilik website.

Di sisi lain, SSL berbayar memiliki proses verifikasi yang lebih ketat. Untuk OV dan EV SSL, perusahaan harus memberikan dokumen resmi seperti informasi registrasi bisnis. Ini menambah tingkat kepercayaan karena pengguna dapat melihat nama perusahaan di sertifikat SSL.

3. Masa Berlaku & Garansi

SSL gratis biasanya memiliki masa berlaku yang singkat sekitar 90 hari, sehingga pemilik website harus memperbaruinya secara berkala. Sayangnya, proses perpanjangan ini dapat merepotkan jika tidak dilakukan secara otomatis. Selain itu, SSL gratis tidak memberikan garansi jika terjadi kebocoran data atau pelanggaran keamanan.

Sebaliknya, SSL berbayar memiliki masa berlaku yang lebih lama biasanya 1 hingga 2 tahun, sehingga lebih praktis. Tidak hanya itu, beberapa penyedia SSL berbayar juga menawarkan garansi hingga ratusan ribu dolar untuk melindungi pemilik website dari potensi kerugian akibat serangan cyber.

4. Sistem Keamanan

SSL gratis memang sudah cukup untuk enkripsi dasar, tetapi tidak menyediakan fitur keamanan tambahan seperti Wildcard SSL untuk subdomain atau Multi-Domain SSL. Selain itu, SSL gratis lebih rentan terhadap serangan phishing karena dapat digunakan oleh siapa saja tanpa pemeriksaan identitas.

Sementara itu, SSL berbayar memiliki tingkat enkripsi lebih tinggi dan berbagai fitur tambahan seperti proteksi terhadap serangan Man-in-the-Middle (MitM) yang membuat data pengguna lebih aman. Website yang menangani transaksi keuangan sangat disarankan menggunakan SSL berbayar.

5. Proses Penerbitan

SSL gratis memiliki proses penerbitan yang sangat cepat yang biasanya hanya memakan waktu dalam hitungan menit. Hal ini dikarenakan penyedia SSL gratis tidak melakukan verifikasi yang rumit, dimana prosesnya hanya memastikan bahwa domain tersebut aktif dan dapat diakses.

Sebaliknya, proses penerbitan SSL berbayar dapat memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari tergantung pada tingkat validasi yang dibutuhkan. Namun, waktu yang lebih lama ini sebanding dengan tingkat kepercayaan dan keamanan yang akan Anda dapatkan.

Penutup

SSL adalah elemen penting dalam keamanan website, baik untuk melindungi data pengguna maupun meningkatkan kredibilitas di mata mesin pencari. Perbedaan SSL gratis dan berbayar terletak pada jenis sertifikat, proses verifikasi, masa berlaku, keamanan, dan kecepatan penerbitannya.

Jika Anda hanya memiliki blog pribadi atau website kecil, SSL gratis mungkin sudah cukup. Namun, untuk bisnis, e-commerce, atau website yang menangani transaksi sensitif, SSL berbayar adalah pilihan terbaik untuk perlindungan maksimal. Oleh karena itu, pilihlah SSL gratis dan berbayar yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *