Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia.
Belajar Coding Otodidak untuk Pemula Harus Mulai dari Mana?

Belajar Coding Otodidak untuk Pemula – Belajar coding untuk pemula dimulai dari mana? Pertanyaan tersebut sering sekali keluar bagi mereka yang merasa tertarik ke dunia coding atau pemrograman, namun bingung mau mulai dari mana dan hal apa saja yang harus dipersiapkan.
Tahapan awal belajar coding otodidak untuk pemula sebenarnya tidaklah sulit. Hal yang pertama yang harus Anda lakukan adalah dimulai dari memiliki niat yang kuat. Karena segala sesuatu itu timbulnya dari niat, maka proses belajar coding Anda nantinya memiliki tujuan. Lalu, apa saja yang harus kita mulai selain niat? Simak ulasan lengkapnya di bawah.
Mengapa Belajar Coding?
Selain niat, tentu kita harus bertanya-tanya kembali mengenai “Mengapa saya harus belajar coding?”. Hal ini penting karena untuk menentukan tujuan belajar Anda nantinya. Misal, jika tujuan belajar coding ingin bisa membuat aplikasi website, maka hal yang harus Anda pelajari tentu yang berkaitan dengan bahasa pemrograman web seperti PHP dan JavaScript.
Tentukan Jenis Developer
Di dunia pemrograman, setidaknya ada tiga jenis developer yang bisa Anda pelajari nantinya yang diantaranya sebagai beriku.
- Front-end Developer – Jenis yang pertama ini yaitu bagian bertugas untuk mengembangkan aplikasi dari segi tampilan.
- Back-end Developer – Jenis yang kedua ini yaitu bagian bertugas untuk mengatur bagian belakang aplikasi seperti mengatur server, keamanan dsb.
- Full-stack Developer – Jenis yang ketiga ini yaitu bagian yang bertugas untuk bertanggungjawab mengurusi bagian Front-end dan Back-end.
Jika Anda sudah menentukan jenis developer, selanjutnya Anda akan lebih mudah lagi untuk menentukan tujuan belajar coding otodidak untuk pemula. Baik nantinya entah itu ingin menjadi pengembang website, aplikasi mobile, ataupun desktop.
Tentukan Bahasa Pemrograman
Hal selanjutnya yang tidak kalah penting jika Anda ingin belajar coding otodidak yaitu menentukan bahasa pemrograman apa yang akan digunakan nantinya. Hal ini juga berkaitan dengan tujuan yang Anda pilih saat akan belajar coding.
- Pengembang Website – Jika Anda ingin belajar coding otodidak bertujuan ingin menjadi seorang pengembang website, maka Anda dapat memilih bahasa CSS, HTML, JavaScript, PHP, dan MySQL.
- Aplikasi Mobile – Jika Anda ingin belajar coding untuk membuat aplikasi mobile seperti aplikasi Android, maka Anda dapat mempelajari bahasa Java, Kotlin, dan Dart.
- Aplikasi Desktop – Kemudian, jika Anda ingin belajar membuat aplikasi berbasis desktop dan mempelajari coding dengan bahasa Java, C++, C# atau Python.
Jika sudah menentukan bahasa pemrograman apa yang akan digunakan untuk tujuan Anda belajar coding, tentu langkah selanjutnya adalah mempelajari fundamental (dasar) dari bahasa pemrograman yang Anda pilih terlebih dahulu.
Terkait perangkat untuk belajar coding otodidak itu tergantung kebutuhan. Misal, untuk belajar coding pengembangan website tidak terlalu membutuhkan spesifikasi komputer yang tinggi. Namun, untuk belajar coding membuat aplikasi mobile seperti Android dan aplikasi desktop tentu spesifikasi yang dibutuhkan harus sedikit lebih tinggi.
Apabila tingkat dasar sudah dikuasai dengan baik, baru kemudian lanjut ke tingkatan menengah hingga tingkat atas (Advanced). Jika semua tingaktan sudah dikuasai dengan baik, maka selanjutnya Anda mencoba membuat aplikasi sederhana seperti kalkulator menggunakan bahasa pemrograman tersebut.
Cara Belajar Coding Otodidak untuk Pemula
Setelah menentukan ketiga hal di atas, mungkin Anda akan bertanya-tanya mengenai bagaimana sih cara belajar coding otodidak untuk pemula? terdapat beberapa metode yang bisa Anda lakukan untuk belajar pemrograman untuk pemula yaitu sebagai berikut.
1. Membaca Buku
Metode belajar klasik ini merupakan metode yang sering saya lakukan dari awal saya belajar coding otodidak. Alasannya sederhana, dengan membaca buku membuat saya lebih memahami materi yang ada. Salah satu buku yang sampai sekarang saya baca yaitu buku dari Duniailkom.
Namun, untuk mendapatkan buku Dunialkom kita harus membelinya terlebih dahulu. Anda tidak perlu khawatir karena harga buku yang ditawarkan cukup terjangkau. Meskipun demikian, kualitas materi yang diberikan pun juga sangat berkualitas.
2. Menonton Video Tutorial
Bagi Anda yang tidak terlalu suka membaca buku, metode menonton video tutorial belajar coding pemula ini menjadi alternatif terbaik. Ada banyak sekali channel YouTube populer yang bisa Anda jadikan referensi seperti Web Programming Unpas milik Sandika Galih.
Dibandingkan dengan membaca buku, metode belajar coding dengan cara menonton video tutorial ini juga harus Anda pertimbangkan karena memerlukan koneksi internet yang stabil. Alternatif lainnya yaitu video tutorialnya bisa Anda unduh terlebih dahulu sebelum belajar.
3. Ikut Kursus Online
Selain membaca buku dan menonton video tutorial belajar coding, metode lainnya yang bisa Anda coba yaitu mengikuti kursus secara online. Ada banyak sekali layanan kursus belajar coding online untuk pemula yang bisa Anda coba seperti Dicoding dan Udemy.
Dari segi harga, metode ini cukup banyak menguras isi dompet. Pengalaman saya mengikuti kursus online ini terasa kurang efektif karena memiliki struktur materi yang kurang rapi dan detail dalam memberikan penjelasan materi. Hal inilah yang membuat saya lebih suka membaca buku seperti buku dari Duniailkom yang lebih terstruktur.
Penutup
Jadi, secara berurutan belajar coding itu dimulai dari niat, menentukan tujuan belajar coding, menentukan jenis developer, menentukan bahasa pemrograman, dan memilih metode belajar coding. Saya dulu belajar coding juga dimulai dari niat, berhubung waktu itu hanya punya HP alhasil belajar pakai HP.
Demikian jawaban atas pertanyaan Anda mengenai Belajar coding untuk pemula dimulai dari mana? Semoga dapat bermanfaat untuk Anda yang baru akan belajar pemrograman.



