Tutorial Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual

Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual – Setiap bahasa pemrograman, pasti akan selalu menyediakan dokumentasi resmi yang tersusun secara terstruktur, tak terkecuali di PHP. Dokumentasi resmi yang dapat kita gunakan dalam mempelajari bahasa pemrograman ini adalah PHP Manual.

Membaca dokumentasi PHP Manual bisa dibilang terlalu teknis, terlebih lagi belum tersedianya bahasa Indonesia sehingga mempersulit kita untuk memahaminya. Oleh karena itu, di sini saya akan berbagi tutorial cara membaca dokumentasi bahasa pemrograman PHP melalui PHP Manual.

Apa Itu PHP Manual?

Sebelum kita masuk ke tutorialnya, terlebih dahulu kita akan sedikit berkenalan dengan apa itu PHP manual. Ibarat sebuah ponsel, PHP Manual itu seperti buku panduan dalam mengoperasikan ponsel tersebut.

PHP Manual adalah dokumentasi resmi dari PHP yang berisi panduan, referensi fungsi, penjelasan fitur, dan contoh penggunaan PHP untuk membantu developer memahami dan menggunakan bahasa PHP secara efektif.

Isi dari PHP Manual ini sangat lengkap dibandingkan Anda membaca satu buku panduan belajar pemrograman yang biasanya hanya terdiri dari beberapa ratus halaman. Apakah wajib menguasai PHP Manual? Jika Anda ingin lebih dalam mempelajari bahasa pemrograman ini, tentu saja wajib.

Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual

Setelah Anda berkenalan dengan PHP manual secara sekilas, sekarang kita masuk ke tutorial cara membaca dokumentasi PHP Manual berikut ini.

1. Buka Dokumentasi

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah membuka dokumentasi resminya melalui laman https://php.net. Kurang lebih tampilan PHP Manual akan terlihat seperti gambar berikut.

Tutorial Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual

Pada halaman tersebut, terlihat banyak sekali daftar dokumentasi yang dapat Anda baca. Namun, untuk mempermudah tutorial kali ini, kita tidak akan membahasnya dan membahas salah satu fungsi yang kita jadikan sebagai contoh.

2. Mencari Fungsi

Setelah Anda di halaman PHP Manual, silakan ketik dan cari fungsi substr di kolom pencarian di pojok kanan atas layar lalu pilih bagian dokumentasi yang saya tandai kotak warna merah pada gambar berikut.

Tutorial Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual

Sebagai catatan, fungsi substr() di dalam bahasa pemrograman digunakan untuk memotong string. Misalnya kita dapat memotong string Afid Arifin menjadi Afid atau bisa juga menjadi Arifin. Fungsi ini dapat dikombinasikan dengan fungsi lain seperti strlen() yang akan kita bahas sesaat lagi.

3. Aturan Penulisan

Ketika Anda sudah klik area kotak pada gambar di atas, seharusnya Anda akan dialihkan ke halaman dokumentasi dan cara penggunaan dari fungsi substr() seperti yang tertera pada gambar berikut.

Tutorial Cara Membaca Dokumentasi PHP Manual

Dari gambar di atas terlihat bahwa fungsi substr() memiliki aturan dasar penulisan sebagai berikut.

substr(string $string, int $offset, ?int $length = null): string

Seperti yang tertera pada aturan penulisan di atas, terdapat 3 parameter yang dapat kita gunakan. Penjelasan masing-masing dari ketiga parameter tersebut adalah sebagai berikut.

  • Parameter pertama yaitu $string. Parameter ini harus diisi dengan string sumber yang akan dipotong.
  • parameter kedua yaitu $offset. Parameter ini harus diisi dengan posisi awal pengambilan string yang akan dipotong. Parameter ini dapat diisi dengan bilangan positif maupun negatif.
  • Parameter ketiga yaitu $length. Parameter ini bersifat opsional yang dapat diisi dengan jumlah karakter yang akan dipotong.

Sesuai dengan format dasar penulisan di atas, fungsi substr() ini akan mengembalikan nilai berupa string. Hal ini ditandai dengan teks string pada akhir nama fungsi tersebut. Jika suatu fungsi diakhiri dengan teks array, maka dapat dipastikan array tersebut mengembalikan nilai berupa array.

Contoh Penggunaan

Setelah Anda memahami aturan penulisan fungsi substr() di PHP, berikut ini adalah contoh dari penggunaan fungsi tersebut. Silakan buat file baru, lalu copy dan pastekan kode berikut ke dalamnya.

<?php
  $teks = 'Afid Arifin';
  echo substr($teks, 5, 6); // Arifin
?>

Jika Anda menjalankan contoh kode di atas, output yang akan dihasilkan yaitu string Arifin. Output tersebut didapat dari awal pengambilan string dari tanda spasi yang berada di-indeks kelima setelah huruf d. Ingat! karakter spasi juga ikut dihitung proses pemotongan string.

Contoh lain dari penggunaan fungsi substr() yang dikombinasikan dengan fungsi lainnya adalah sebagai berikut.

<?php
  $teks = 'https://www.afidarifin.com';
  if(strlen($teks) > 10) {
    echo substr($teks, 0, 11); // https://www
  }
?>

Jika Anda menjalankan kode di atas, output yang dihasilkan yaitu string https://www. Output tersebut adalah kombinasi dengan fungsi strlen() untuk mengecek apakah isi variable $teks berisi string lebih dari 10 karakter atau tidak. Jika lebih, maka lakukan pemotongan string dengan substr() pada baris keempat kode tersebut.

Penutup

Bagaimana, apakah masih bingung untuk membaca dokumentasi PHP Manual yang baru saja kita bahas? Seharusnya tidak bingung lagi ya, memang terkesan terlalu teknis. Namun, percayalah bahwa jika Anda sudah terbiasa maka tidak perlu lagi belajar di tempat lain karena isi dokumentasi sudah sangat lengkap.

Jika Anda tidak paham bahasa Inggris, minimal Anda menguasai kosa kata bahasa inggris dasar untuk mempelajari PHP Manual sudah sangat cukup. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan fitur terjemahan pada browser yang Anda gunakan seperti Google Chrome.

Demikian artikel pada kesempatan kali ini mengenai tutorial cara membaca dokumentasi PHP Manual. Semoga, dengan membaca dokumentasi resmi suatu bahasa pemrograman seperti PHP dapat mengantarkan Anda untuk menguasai bahasa pemrograman tersebut.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *