5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

5 Konfigurasi Penting CloudFlare – Bagi Anda yang baru saja membuat akun CloudFlare, mungkin akan sedikit bertanya-tanya tentang konfigurasi penting apa saja yang harus dilakukan setelahnya. Hal ini wajar, mengingat di CloudFlare tersedia banyak sekali fitur yang bisa gunakan.

Meskipun demikian, tidak semua fitur tersebut perlu kita gunakan. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai 5 konfigurasi penting CloudFlare yang perlu Anda ketahui. Penasaran? Mari simak sampai selesai.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare

Dari sekian banyak fitur di CloudFlare yang dapat kita gunakan, tidak semuanya harus kita gunakan. Berdasarkan pengalaman pribadi, setidaknya terdapat 5 fitur penting CloudFlare yang harus kita konfigurasi sebagai berikut.

1. DNS (Domain Name System)

Fitur DNS di CloudFlare tersedia secara gratis yang mutlak harus kita konfigurasi jika ingin menggunakan CloudFlare secara penuh. Biasanya, setelah Anda berhasil membuat akun CloudFlare diwajibkan untuk verifikasi DNS dan mengubah nameserver pada provider domain yang Anda gunakan saat ini.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Konfigurasi DNS di CloudFlare dapat Anda akses dengan mudah dengan membuka menu Overview > DNS > Records seperti yang tertera pada gambar di atas. Pastikan sebelum Anda menggunakan DNS CloudFlare sudah terlebih dahulu mengganti nameserver asal menjadi nameserver yang diberikan oleh CloudFlare.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Letak nameserver yang diberikan oleh CloudFlare dapat Anda temukan tepat di halaman paling bawah konfigurasi DNS seperti yang tertera pada gambar di atas.

2. SSL (Secure Socket Layer)

Selain DNS, CloudFlare juga menyediakan fitur yang dapat kita gunakan yaitu SSL (Secure Socket Layer). Fitur ini penting untuk kita konfigurasi agar keamanan lalu lintas situs web kita menjadi terjamin. SSL di CloudFlare dapat diakses melalui menu Overview > SSL, lalu klik tombol Configure seperti gambar berikut.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Setelah Anda klik, akan muncul beberapa pilihan jenis SSL yang dapat kita gunakan, mulai dari Strict, Full Strict, hingga Flexible seperti berikut.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Dari beberapa jenis SSL yang ada di CloudFlare, saya merekomendasikan memilih opsi Full (Strict). Mengapa? Karena hal ini agar situs web kita mendapatkan perlindungan maksimal. Khusus untuk opsi Strict (SSL-Only Origin Pull) merupakan jenis SSL berbayar.

3. DDoS Protection

Konfigurasi penting CloudFlare selanjutnya yaitu DDoS Protection. Sesuai namanya, fitur ini jelas berguna untuk mencegah serangan DDoS yang mungkin saja suatu saat menyerang situs web kita. Fitur ini dapat kita konfigurasi dengan membuka menu Overview > Security > Security Rules > Ruleset seperti berikut.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Dari gambar di atas, terdapat dua pilihan DDoS Protection yang dapat kita pilih yaitu SSL/TLS DDoS attack protection dan Network-layer DDoS attck protection. Meskpun dapat memilih salah satu, saya merekomendasikan untuk mengaktifkan keduanya agar pelindungan menjadi lebih maksimal.

4. Caching

Konfigurasi penting CloudFlare yang keempat yang perlu Anda lakukan yaitu caching. Mengapa? Karena fitur inilah situs web kita akan menjadi lebih cepat dari biasanya. Cara melakukan konfigurasi caching di CloudFlare cukup mudah yaitu dengan mengakses Overview > Caching >Configuration seperti berikut.

5 Konfigurasi Penting CloudFlare yang Perlu Diketahui

Di halaman ini, Anda akan menemukan beberapa konfigurasi terkait caching di CloudFlare yang meliputi seperti Purge Cache, Caching Level, Browser Cache TTL, CSAM Scanning Tool, Crawler Hints, hingga Developer Mode. Meskipun demikian Anda tidak perlu gunakan semua konfigurasi yang ada dan cukup aktifkan Caching Level, Browser Cache TTL, dan Always Online.

5. AI Audit

Konfigurasi penting CloudFlare yang terakhir yaitu AI Audit. Fitur ini masih terbilang baru yang hingga saat artikel ini ditulis masih berstatus beta. Fitur ini berguna untuk mencegah AI seperti ChatGPT melakukan scrape ke situs web kita. Cara konfigurasi AI Audit di CloudFlare sangat mudah yaitu dengan mengakses menu Overview >AI Audit seperti berikut.

AI Audit afidarifin com Affinbara gmail com s Account Cloudflare 08 22 2025 02 48 PM

Seperti yang tertera pada area kotak merah gambar di atas, untuk melakukan konfigurasi AI Audit cukup dengan klik tombol Allow untuk mengizinkan dan Block untuk memblokir. Dengan begitu, situs web kita aman dari scrapper AI. Untuk saya sendiri, saya hanya mengizinkan Googlebot dan Bingbot yang dapat merayapi blog ini.

Anda tidak perlu khawatir jika ingin mengaktifkan fitur AI Audit di CloudFlare. Mengapa? Karena konfigurasi ini sama sekali tidak berpengaruh terhadap SEO situs web kita dan hanya berdampak pada AI seperti ChatGPT.

Penutup

Semua konfigurasi penting CloudFlare yang telah kita bahas di atas, saya menggunakan semuanya. Terutama konfigurasi DDoS Protection, alasannya sederhana yaitu blog ini waktu itu pernah terkena serangan DDoS.

Demikian artikel pada kesempatan kali ini mengenai 5 konfigurasi penting CloudFlare yang perlu diketahui. Sekian dan semoga bermanfaat.

Bagikan Ke

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *